Perhitungan Sederhana Biaya Kuliah di Jerman dalam Rupiah

Posted on

Biaya Kuliah di Jerman dalam Rupiah – Negara Jerman memang mempunyai kebijakan untuk mengratiskan biaya kuliah hingga jenjang bachelor, bahkan untuk mahasiswa internasional. Namun, hal tersebut tentu saja tidak berarti kita dapat dengan sembrono mendaftar kuliah ke sana hanya bermodalkan visa.

Untuk menempuh pendidikan ke Jerman, tetap akan ada beberapa biaya yang harus dikeluarkan. Nah, berikut ini merupakan rincian biaya secara sederhana, mengenai keperluan untuk kuliah di Jerman.

1. Aset Jaminan Visa Studi

Ketika kita akan berangkat ke Jerman sebagai mahasiswa, kita diwajibkan untuk menunjukan bukti kepemilikan uang simpanan sebesar €8700. Bukti aset uang ini akan membuat kita bisa mengajukan permohonan visa nasional.
Biaya yang harus dikeluarkan untuk ini ini terbilang menjadi jumlah yang paling besar dari semua yang akan kita butuhkan. Walaupun begitu, sebenarnya set di tabungan ini bisa digunakan sehari-hari dan tidak akan hangus. Namun, jumlahnya harus kembali ketika masa perpanjangan.
Jika dirupiahkan(biaya kuliah di Jerman dalam rupiah), maka jaminan visa studi tersebut menjadi sekitar 140 juta rupiah.

2. Biaya untuk Student Card

Salah satu biaya yang wajib dikeluarkan oleh mahasiswa di Jerman adalah biaya untuk student card, atau semacam itu. Keguunaan kartu ini adalah sebagai tiket fasilitas umum atau festival budaya yang nantinya ada di sekitar kampus.

Biaya yang harus dibayarkan untuk student card ini akan bergantung pada letak kampus. Jika fasilitas umum yang ada di sekitar kampus jumlahnya cukup banyak, maka biaya yang ditarifkan per bulan atau per semesternya juga akan semakin tinggi.

Sebagai gambaran, rata-rata universitas di Jerman akan membebankan sekitar €250 per semester atau €500 per tahun. Jika dikonfersikan ke dalam rupiah, jumlahnya adalah sekitar 4 juta rupiah/semester.

Baca Juga:  How to Start Off Teaching Spanish - Day of School Activities

3. Asuransi Kesehatan

Biaya asuransi kesehatan di Jerman untuk mahasiswa adalah sebesar €80 per bulan atau sekitar 1,3 juta rupiah. Meskipun diluar biaya beajar(biaya kuliah di Jerman dalam rupiah), asuransi kesehatan juga yang paling penting setelah aset jaminan visa.

4. Biaya Alat Belajar

Tentu saja biaya yang paling utama bagi mahasiswa adalah biaya untuk membeli alat-alat belajar. Sebaiknya kita tidak menawar soal ini, atau dengan kata lain kita tidak akan rugi apabila boros untuk keperluan yang satu ini.
Kamu harus tahu bahwa fotokopi di Eropa tidak semurah di Indonesia. Meskipun ada beberapa universitas yang membebasbiayakan fotokopi, tetapi kamu tetap harus berjaga-jaga jika universitas tidak memiliki kebijakan tersebut.

Kamu akan membutuhkan (biaya kuliah di Jerman dalam rupiah) setidaknya €30 per bulan atau 500 ribu rupiah untuk alat-alat belajar.

5. Tempat Tinggal

Harga sewa tempat tinggal di Jerman tentu akan bergantung di mana letak indekos itu berada. Kabar baiknya, tidak semua metropolitan di Jerman menerapkan biaya mahal untuk sewa tempat tinggal. Terdapat beberapa kota besar di Jerman yang justru menarif sewa tempat tinggal secara murah.

Jika dirata-rata, maka harga untuk sewa tempat tinggal mahasiswa adalah sekitar €210 per bulan atau sekitar 3,3 juta rupiah.

Harga tersebut tentu saja belum termasuk biaya listrik yang sekitar €100 setiap bulan atau 1,6 juta rupiah.

 

Nah, itu tadi adalah beberapa kebutuhan pokok yang dapat dijadikan sebagai patokan mengenai kebutuhan kamu untuk menempuh pendidikan di Jerman.

Apabila semuanya ditotal dengan gaya hidup menengah, maka kebutuhan di Jerman adalah sekitar €11170 atau 184 juta rupiah setiap tahunnya.

Baca Juga:  The Top Applications for Publishing a Study Report

Untuk mendapat perincian biaya hidup di Jerman yang akurat(biaya kuliah di Jerman dalam rupiah), atau untuk mengetahui seputar tips pembiayaan kuliah di Jerman, kamu bisa membuka laman di virtueducation.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *