Perbedaan Waktu Indonesia dan Jerman

Posted on

Perbedaan Waktu Indonesia dan Jerman – Jerman merupakan negara maju di Eropa yang memiliki beragam produk yang mendunia. Berbagai produk dari Jerman yang terkenal di Indonesia diantaranya Volkswagen, Adidas, Osram, Nivea, Allianz, dan masih banyak lagi produk ternama Jerman lainnya.

Negara Jerman ini terletak di Eropa bagian tengah dan berbatasan langsung dengan sembilan negara. Di sebelah barat, Jerman berbatasan dengan Belanda, Luksemburg, Belgia, dan Perancis. Di bagian selatan berbatasan dengan Austria dan Swiss.

Di sebelah timur berbatasan dengan Ceko dan Polandia, sementara di sebelah utara berbatasan dengan Denmark. Dengan luas wilayah 357.021 kilometer persegi dan jumlah penduduk Jerman sekitar 82 juta jiwa, negara ini terbagi menjadi 16 negara bagian.

Kemajuan pendidikan, ekonomi, serta sains dan teknologi di Jerman membuat negara ini banyak didatangi oleh orang – orang dari negara – negara lain di dunia yang ingin belajar maupun bekerja, termasuk dari Indonesia.
Tahukah kamu berapa selisih perbedaan waktu Indonesia dan Jerman? Bagi kalian yang ingin traveling ke negara Jerman, ketahui dulu perbedaan waktu Indonesia dan Jerman, yuk kita simak informasinya berikut ini.

Perbedaan Waktu Indonesia dan Jerman

Dimensi waku Jerman mengacu pada GMT+1, sementara dimensi waktu Indonesia mengacu pada GMT+7. Perbedaan acuan tersebut membuat adanya perbedaan waktu Indonesia dan Jerman. Untuk mengetahui berapa perbedaan waktu Indonesia dan Jerman, kamu tinggal mengurangi waktu Indonesia sebanyak 5 jam. Misalnya, di Indonesia sekarang pukul 10.00 pagi, maka di Jerman saat ini pukul 05.00 pagi (10-5=5).

Namun, ada dua periode waktu yang berbeda menyesuaikan dengan musim yang terjadi di Jerman yaitu waktu musim panas dan waktu musim dingin. Waktu musim panas atau yang dikenal dengan istilah Central European Summer Time (CEST).

Baca Juga:  Daftar Universitas Negeri di Perancis dan Syaratnya

Tetapi, ada suatu masa perjalanan waktu di Jerman akan dimundurkan satu jam dari waktu aslinya yaitu setiap bulan Oktober. Waktu ini disebut dengan Central European Time (CET). Pada periode CET karena waktu dimundurkan satu jam, selisih perbedaan waktu Indonesia (WIB) dan Jerman (CET) menjadi 6 jam.

Penambahan 1 jam ini ditetapkan tiap tahunnya, berkisar akhir Oktober dan akhir Maret, lebih tepatnya saat musim dingin tiba. Fenomena ini disebut dengan Daylight Saving Time (DST). Biasanya negara yang memiliki empat musim seperti Jerman, akan memiliki perbedaan waktu pagi, siang, dan malam.

Ketika musim panas berlangsung, waktu siang hari akan terasa lebih lama dan matahari akan bersinar kurang lebih 18 jam setiap harinya. Sebaliknya pada musim dingin, biasanya dimulai pada hari Minggu terakhir di bulan Oktober dimana tepat pada pukul 03.00 waktu di Jerman akan dimundurkan kembali satu jam lebih awal menjadi pukul 02.00.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *